Uncategorized

Surat kecil untuk si Tukang Nyinyir

ngerumpi

Dear Tukang Nyinyir,

Jagalah omonganmu, mulutmu adalah harimaumu

Jagalah omonganmu, perkataanmu adalah luka baginya

Jagalah omonganmu, kita tidak akan pernah tau masa depan,  itu masih sebuah misteri..

Sungguh, memorinya sangat kuat, mengingat hal kecil pun ia mampu, apalagi hal yang menyayat hati  begitu dalam…

Tak berfikirkah kamu,

Betapa banyak luka yang kamu gores dihatinya ?

Berapa banyak air mata yang keluar dari matanya ?

Kemana hati nuranimu ?

Semoga Tuhan membuka jalan untukmu

Ia sabar dan ia menjadi kuat, tp kenangan buruk TETAP melekat di hati kecilnya..

Wahai para penyinyir, takutkah kamu dengan balasan apa yang Allah berikan padamu atas ucapan-ucapan menyakitkanmu itu ?

Apakah kamu yakin atas kebenaran dalam kalimat-kalimat yang engkau lontarkan ?

Apakah ketika itu adalah SALAH, itu menjadi sebuah FITNAH ?

Bukankah fitnah lebih kejam dibandingkan pembunuhan ?

Allahualam..

Allah adalah Tuhan yang seadil-adilnya.

Tumpulkanlah pisaumu itu, niscaya kamu akan selamat di dunia bahkan di akhirat..

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s